Rabu, 25 Mei 2011

Mengenal Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Ketika dilahirkan normalnya seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi yang lengkap, akan tetapi belum berfungsi sepenuhnya dengan sempurna. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas, dimana ditandai dengan perubahan-perubahan pada organ seks, seperti pembesaran payudara, pinggul dan keluar darah haid (menstruasi).

Anatomi organ reproduksi wanita terdiri atas vulva, vagina, serviks (cerviks), rahim (uterus), saluran telur (fallopian tube/tuba falopi) dan indung telur (ovary/ovarium).




Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita


Vulva


Vulva merupakan suatu daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas mons pubis, labia (labia mayora dan labia minora), klitoris, daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.



  • Mons pubis : gundukan jaringan lemak yang terdapat dibagian bawah perut, Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.

  • Labia: Lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis.Terdiri dari dua bibir, yaitu labium mayora (bibir luar) merupakan bibir yang tebal dan besar dan labium minora (bibir dalam), merupakan bibir yang tipis yang menjaga jalan masuk ke vagina.

  • Klitoris : merupakan organ kecil yang terletak pada pertemuan antara ke dua labia minora dan dasar mons pubis. Ukurannya sebesar kacang polong, penuh dengan sel syaraf sensorik dan pembuluh darah. Organ mungil ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual.


Vagina


Vagina merupakan saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8-10 cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui oleh darah pada saat menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya. Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini akan robek pada saat bersanggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olah raga dsb.


Serviks


Serviks dikenal juga dengan istilah mulut rahim. Disebut demikian karena serviks memang merupakan bagian terdepan dari rahim yang menonjol ke dalam vagina. Sehingga berhubungan dengan bagian vagina. Serviks memproduksi cairan berlendir (mucus). Pada sekitar waktu ovulasi, mukus ini menjadi banyak, elastik, dan licin. Hal ini membantu spermatozoa untuk mencapai uterus. Saluran yang berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat proses persalinan dimulai.


Rahim (Uterus)


Uterus (rahim) merupakan organ yang memiliki peranan besar dalam reproduksi wanita, yakni dari saat menstruasi hingga melahirkan. Bentuknya seperti buah pear, berongga, dan berotot. Sebelum hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan lebar 6 cm kurang lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat hamil mampu membesar dan beratnya mencapai 1000 gram.


Uterus terdiri dari 3 lapisan, yaitu:



  1. Lapisan parametrium merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan rongga perut.

  2. Lapisan myometrium merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi)

  3. Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri dari lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.


Setelah menstruasi permukaan dalam uterus menjadi tebal karena pengaruh hormon estrogen. Kemudian terjadi ovulasi diikuti dengan keluarnya cairan karena pengaruh hormon progresteron. Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan tadi bersama sel telur akan terlepas (meluruh) dan keluar melalui vagina yang disebut sebagai menstruasi. Waktu antara dua menstruasi disebut siklus menstruasi. Walaupun rata-rata periodenya datang setiap 28 hari, hal ini dapat bervariasi pada setiap perempuan. Periode ini juga sangat tidak teratur pada 2-3 tahun pertama mulai menstruasi.


Saluran Telur (oviduct/tuba fallopii)


Tuba falopii adalah organ yang dikenal dengan istilah saluran telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada pada kanan dan kiri rahim sepanjang +10cm yang menghubungkan uterus dengan ovarium melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba falopii akan bermuara di uterus sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen.


Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai yang bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium (indung telur). Dari fimbria, telur akan digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.


Ovarium/indung telur


Ovarium terletak pada kiri dan kanan ujung tuba (fimbria/umbai-umbai) dan terletak di rongga panggul. Ovarium merupakan kelenjar yang memproduksi hormon estrogen dan progresteron. Ukurannya 3×3×2 cm, tiap ovarium mengandung 150.000-200.000 folikel primordial. Sejak pubertas setiap bulan secara bergantian ovarium melepas satu ovum dari folikel degraaf (folikel yang telah matang), peristiwa ini disebut ovulasi.


++++++++++++++++

Sumber referensi: Mengenal reproduksi wanita dengan beberapa perubahan.


Image courtesy of Wikipedia.

Baca Selengkapnya - Mengenal Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Museum Affandi Sebuah Karya Besar

Museum Affandi terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto No. 167, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi D.I. Yogyakarta, Pulau Jawa, Indonesia.
Lokasi Museum Affandi berada disisi sebelah barat Sungai Gajah Wong dan letaknya tepat dipinggir Jalan Laksda Adi Sucipto yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dengan Kota Solo di Jawa Tengah, karena merupakan jalan menuju Kota Solo, maka Jalan Laksda Adi Sucipto terkenal dengan sebutan Jalan Solo.
Museum Affandi berdiri diatas lahan seluas 3.500 m² yang terdiri dari museum itu sendiri dan bangunan yang dulunya merupakan rumah Affandi.

Museum Affandi terdiri atas 4 (empat) galeri, yaitu :
Galeri I
Galeri I luasnya 314,6 m², selesai dibangun pada tahun 1962 dan pada tahun 1974 secara resmi diresmikan oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum.
Galeri I ini digunakan sebagai aula untuk pertunjukkan hasil karya Affandi yang sangat artistik. Lukisan yang ada didalam galeri ini, terdiri dari lukisan sketsa, lukisan dengan menggunakan cat air, pastel, cat minyak pada kanvas, dan beberapa hasil reproduksi.
Di galeri ini akan diperlihatkan kepada pengunjung bagaimana Affandi mahir dalam menggunakan beberapa media kanvas dan pengunjung juga dapat membedakan bagaimana melukis dengan media serta alat yang berbeda.
Didalam galeri ini juga terdapat mobil Colt Gallant tahun 1976 yang telah dimodifikasi menyerupai bentuk ikan dan sepeda onthel kuno milik Affandi.

Galeri II
Pada tahun 1987, Presiden Soeharto berkunjung ke Museum Affandi dan mewakili Pemerintah RI untuk memberikan bantuan pembangunan Galeri II yang luasnya 351,5 m².
Pada tanggal 9 Juni 1988, Galeri II diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pada saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Fuad Hassan.
Galeri II ini digunakan sebagai tempat pertunjukkan yang berisikan hasil karya Affandi, lukisan hasil karya Kartika Affandi (putri Affandi) beserta pelukis terkenal lainnya. Galeri ini terdiri dari 2 lantai, untuk lantai bawah sebagian besar berisi lukisan-lukisan yang bersifat abstrak, sedangkan lantai atas lebih didominasi oleh lukisan-lukisan yang bercorak realistis tetapi tegas.

Galeri III
Galeri III selesai dibangun pada tahun 1999 oleh Yayasan Affandi. Pada bulan Mei tahun 2000, Galeri III ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Galeri III ini didirikan untuk memenuhi permintaan terakhir Affandi, yang ingin memiliki tempat yang cukup untuk menyimpan hasil karyanya dan hasil karya pelukis terkenal lainnya yang menjadi koleksinya.
Galeri ini terdiri dari 3 lantai, setiap lantai mempunyai kegunaan sebagai berikut :
Lantai Pertama, digunakan untuk tempat pameran sementara dari pelukis lokal maupun mancanegara. Disamping itu, lantai pertama ini digunakan juga untuk sanggar melukis anak-anak, yang diberi nama nama Sanggar Gajahwong. Di sanggar ini anak-anak belajar menuangkan kreativitasnya dengan melukis.
Lantai Kedua, digunakan sebagai tempat restorasi.
Lantai Basement (Lt. Bawah Tanah), digunakan untuk menyimpan berbagai koleksi lukisan yang lain.
Jika ingin melihat dari sebuah ketinggian, disebelah galeri terdapat menara, dari atas menara ini pengunjung dapat melihat jalan raya, sungai Gajahwong dan daerah sekitar museum.

Galeri IV
Galeri IV ini digunakan sebagai tempat untuk memamerkan lukisan-lukisan hasil karya keluarga Affandi, termasuk hasil karya Didit (cucu Affandi).

Sekilas Tentang Sang Pelukis Besar Affandi
'Melukis Adalah Sebuah Anugerah,' begitu kata Affandi.
Affandi lahir pada tahun 1907 di Cirebon, Jawa Barat. Ayahnya bernama R. Koesoema, yang bekerja di pabrik gula di Ciledug sebagai seorang mantri ukur.
Affandi menempuh pendidikan terakhir SMA (AMS-B) di Jakarta. Pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, seorang gadis kelahiran Bogor. Dari pernikahannya tersebut, Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika. Kartika dikemudian hari diketahui mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis.

Pada tahun 1949, Affandi mendapat Grant dari pemerintah India dan tinggal selama 2 tahun di India. Di India, Affandi melakukan aktivitas melukisnya serta mengadakan pameran-pameran di kota-kota besar sampai pada tahun 1951. Setelah itu, Affandi mengadakan pameran keliling ke negara-negara di Eropa, antara lain ke London, Brussel, Amsterdam, Roma dan Paris.
Affandi pernah tiga kali berturut-turut ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam Pameran Internasional (Biennale Exhibition), yaitu di Brasil pada tahun 1952, di Venice negara Italia pada tahun 1954, dan di Sao Paulo pada tahun 1956.
Di Venice (Italia), Affandi berhasil memenangkan hadiah.
Affandi sering melakukan pameran lukisan ke berbagai penjuru dunia sehingga hasil karyanya dikenal oleh dunia. Melalui hasil karyanya, Affandi menerima berbagai penghargaan di Asia dan Eropa, di antaranya :
- Gelar Doctor Honoris Causa dari National University of Singapure pada tahun 1977.
- Hadiah Perdamaian The Dag Hammarskjoeld Prize dari Italia pada tahun 1977.
- Bintang Maha Jasa Utama dari Pemerintah RI pada tahun 1978.

Setelah sekian tahun lamanya Affandi mengabdikan seluruh hidupnya untuk seni, pada tanggal 23 Mei 1990 Affandi Sang Pelukis Besar tutup usia dan dimakamkan di kompleks museum, bersebelahan dengan makam istrinya, Maryati.
Setelah kepergiannya, museum dikelola oleh Yayasan Affandi sampai saat ini.
Almarhum Affandi adalah seorang pelukis legendaris dari Indonesia, yang nama dan hasil karyanya sudah terkenal hingga keseluruh penjuru dunia.

Daya Tarik Dari Museum
Sebagai bagian dari komplek museum, rumah tempat tinggal Affandi dan keluarga memiliki atap berbentuk daun pisang, sama seperti galeri-galeri sebelumnya.
Rumah tersebut dibangun dengan konsep rumah panggung dengan tiang penyangga utama berbahan beton dan tiang lain berbahan kayu. Atap rumah dibuat dari bahan sirap yang berbentuk pelepah daun pisang dan bangunannya berbentuk lengkung. Lantai atas rumah digunakan untuk kamar pribadi Affandi, sedangkan lantai bawah rumah, kini dipakai sebagai tempat Kafe Loteng, tempat penjualan makanan dan minuman bagi para pengunjung,
Bentuk permukaan tanah yang berteras memberikan inspirasi kepada Affandi untuk membuat rancangan bangunan dan lingkungan yang unik, sehingga terciptalah sebuah lingkungan terpadu yang sangat unik, yang dirancang oleh Affandi sendiri.

Kegiatan Di Museum Affandi
Museum Affandi selain sebagai museum yang memamerkan lukisan-lukisan karya besar Affandi, juga digunakan untuk tempat kegiatan-kegiatan yang banyak berhubungan dengan aktivitas seni lukis dan pameran. Beberapa kegiatan yang secara rutin berlangsung di Museum Affandi adalah :
- Pameran Lukisan Tonny Holsbergen (setiap bulan Februari)
- Haul Almarhum Affandi (setiap tanggal 23 Mei)
- Pameran Sorrandu (setiap bulan Juni hingga Juli)
- Pameran Tunggal Kartika Affandi (setiap bulan November)

Fasilitas Pendukung Museum Affandi
Tersedia : perpustakaan, menara pandang, rumah panggung, gerobak, galeri pertunjukkan (indoor dan outdoor), pemandu (guide), ruang pertunjukkan, ruang pertemuan, Kafe Loteng, Sanggar Gajah Wong, mushola, toko suvenir, kolam renang dan toilet.

Jadwal Kunjungan Ke Museum Affandi
Hari Senin s/d Sabtu, museum buka mulai pukul : 09.00 WIB - 16.00 WIB
Hari Minggu, museum buka mulai pukul : 09.00 WIB - 13.00 WIB
Hari Libur Nasional, museum Tutup (kecuali sebelumnya sudah melakukan reservasi ke pengelola museum).
Baca Selengkapnya - Museum Affandi Sebuah Karya Besar

Pulau Bidadari Tempat Berlibur

Pulau Bidadari terletak di Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Indonesia.
Pulau Bidadari adalah salah-satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Kepulauan Seribu terdiri dari banyak pulau-pulau, seperti Pulau Onrust, Pulau Kahyangan (Pulau Nirwana/ Pulau Cipir), Pulau Kelor, Pulau Ayer, Pulau Nyamuk, Pulau Damar, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Laki, Pulau Rambut, Pulau Burung, Pulau Jong, Pulau Pramuka dan masih banyak lagi pulau lainnya.
Pulau Bidadari dapat dijadikan sebagai tempat untuk tujuan berlibur, sebagai tempat untuk bersantai dan refreshing. Pulau Bidadari letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berlibur ke Pulau Bidadari hanya dalam waktu satu hari saja, lalu sore harinya pulang kembali ke Jakarta.

Aktivitas Yang Dapat Dilakukan Di Pulau Bidadari
Di Pulau Bidadari, wisatawan dapat melakukan aktivitas seperti berkeliling pulau dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda sambil mengunjungi situs sejarah Benteng Martello atau melihat lumba-lumba.
Kegiatan lainnya seperti melakukan kegiatan outbound, jogging, bermain ATV, perahu tamasya, banana boat, jet sky, kano, berenang, memancing ditepi pantai, bersantai ditepi pantai dan ketika menjelang sore wisatawan dapat melihat matahari terbenam (sunset).
Tersedia juga fasilitas pendukung, seperti billiard hall, lapangan voli, lapangan basket, taman, musala, jogging track, toko suvenir, cottage, floating cottage, bungalow, gazebo-gazebo ditepi pantai, restoran.

Dari Pulau Bidadari, wisatawan bisa juga menyeberang mengunjungi pulau lainnya dengan cara menyewa kapal, seperti mengunjungi Pulau Onrust, Pulau Kahyangan (Pulau Nirwana/ Pulau Cipir) dan Pulau Kelor yang mempunyai nilai sejarah dimasa lampau. Pulau-pulau tersebut pada jamannya pernah digunakan oleh Pemerintahan VOC sebagai benteng pertahanan untuk menjaga Jakarta dan juga sebagai tempat untuk berlabuhnya kapal sebelum menuju ke Jakarta.

Sekelumit Tentang Benteng Martello Di Pulau Bidadari
Benteng Martello adalah benteng sisa-sisa peninggalan Belanda pada tahun 1786, keadaan bangunannya sudah rusak. Bangunan ini pada jamannya berfungsi sebagai menara pengawas dan benteng.
Benteng Martello berbentuk bulat berdiameter 23 meter, tebal dindingnya 2,5 meter, tinggi bangunan 6 meter, benteng terbuat dari batu bata merah dan pada bagian dinding terdapat lubang-lubang jendela. Benteng ini mempunyai sebanyak 7 ruangan lantai dasar yang dipisahkan oleh dinding bata dan salah-satu ruangannya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan amunisi. Uniknya, pada bagian tengah bangunan masih terdapat sebuah dinding melingkar yang berfungsi sebagai tempat untuk penyimpanan air bersih, air bersih ini digunakan untuk keperluan air minum dan memasak bagi tentara yang sedang bertugas.

Hal Menarik Di Pulau Bidadari
Di Pulau Bidadari lebih dari 60 persen wilayahnya terdiri atas tanaman-tanaman langka, seperti pohon perdamaian (baringtonia exelsa), pohon sentigi (pempis acidula), pohon kayu hitam (diospyros maritama), pohon kepuh, pohon glodokan, beberapa tanaman buah dan hutan mangrove yang dilestarikan dan dipelihara dengan baik.
Terdapat juga komunitas biawak (veranus salvator) yang hidup bebas dengan populasi sekitar 100 ekor dan dilindungi. Di Pulau ini hidup juga komunitas elang bondol (halias indus). Elang bondol termasuk jenis burung yang hampir punah dan dilindungi.

Menuju Ke Pulau Bidadari
Untuk menuju ke Pulau Bidadari dapat berangkat dari Dermaga Marina Ancol dengan menggunakan speedboat yang telah disediakan oleh pengelola Wisata Pulau Bidadari. Perjalanan dari Dermaga Marina Ancol sampai ke Pulau Bidadari membutuhkan waktu sekitar 25 menit, jarak tempuhnya ± 14 km. Jadwal keberangkatan speedboat paling banyak pada hari Sabtu, sedangkan untuk hari-hari biasa jadwal keberangkatan speedboat hanya dua kali.
Baca Selengkapnya - Pulau Bidadari Tempat Berlibur

Pulau Bidadari Tempat Berlibur

Pulau Bidadari terletak di Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Indonesia.
Pulau Bidadari adalah salah-satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari. Kepulauan Seribu terdiri dari banyak pulau-pulau, seperti Pulau Onrust, Pulau Kahyangan (Pulau Nirwana/ Pulau Cipir), Pulau Kelor, Pulau Ayer, Pulau Nyamuk, Pulau Damar, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Laki, Pulau Rambut, Pulau Burung, Pulau Jong, Pulau Pramuka dan masih banyak lagi pulau lainnya.
Pulau Bidadari dapat dijadikan sebagai tempat untuk tujuan berlibur, sebagai tempat untuk bersantai dan refreshing. Pulau Bidadari letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta, sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berlibur ke Pulau Bidadari hanya dalam waktu satu hari saja, lalu sore harinya pulang kembali ke Jakarta.

Aktivitas Yang Dapat Dilakukan Di Pulau Bidadari
Di Pulau Bidadari, wisatawan dapat melakukan aktivitas seperti berkeliling pulau dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda sambil mengunjungi situs sejarah Benteng Martello atau melihat lumba-lumba.
Kegiatan lainnya seperti melakukan kegiatan outbound, jogging, bermain ATV, perahu tamasya, banana boat, jet sky, kano, berenang, memancing ditepi pantai, bersantai ditepi pantai dan ketika menjelang sore wisatawan dapat melihat matahari terbenam (sunset).
Tersedia juga fasilitas pendukung, seperti billiard hall, lapangan voli, lapangan basket, taman, musala, jogging track, toko suvenir, cottage, floating cottage, bungalow, gazebo-gazebo ditepi pantai, restoran.

Dari Pulau Bidadari, wisatawan bisa juga menyeberang mengunjungi pulau lainnya dengan cara menyewa kapal, seperti mengunjungi Pulau Onrust, Pulau Kahyangan (Pulau Nirwana/ Pulau Cipir) dan Pulau Kelor yang mempunyai nilai sejarah dimasa lampau. Pulau-pulau tersebut pada jamannya pernah digunakan oleh Pemerintahan VOC sebagai benteng pertahanan untuk menjaga Jakarta dan juga sebagai tempat untuk berlabuhnya kapal sebelum menuju ke Jakarta.

Sekelumit Tentang Benteng Martello Di Pulau Bidadari
Benteng Martello adalah benteng sisa-sisa peninggalan Belanda pada tahun 1786, keadaan bangunannya sudah rusak. Bangunan ini pada jamannya berfungsi sebagai menara pengawas dan benteng.
Benteng Martello berbentuk bulat berdiameter 23 meter, tebal dindingnya 2,5 meter, tinggi bangunan 6 meter, benteng terbuat dari batu bata merah dan pada bagian dinding terdapat lubang-lubang jendela. Benteng ini mempunyai sebanyak 7 ruangan lantai dasar yang dipisahkan oleh dinding bata dan salah-satu ruangannya berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan amunisi. Uniknya, pada bagian tengah bangunan masih terdapat sebuah dinding melingkar yang berfungsi sebagai tempat untuk penyimpanan air bersih, air bersih ini digunakan untuk keperluan air minum dan memasak bagi tentara yang sedang bertugas.

Hal Menarik Di Pulau Bidadari
Di Pulau Bidadari lebih dari 60 persen wilayahnya terdiri atas tanaman-tanaman langka, seperti pohon perdamaian (baringtonia exelsa), pohon sentigi (pempis acidula), pohon kayu hitam (diospyros maritama), pohon kepuh, pohon glodokan, beberapa tanaman buah dan hutan mangrove yang dilestarikan dan dipelihara dengan baik.
Terdapat juga komunitas biawak (veranus salvator) yang hidup bebas dengan populasi sekitar 100 ekor dan dilindungi. Di Pulau ini hidup juga komunitas elang bondol (halias indus). Elang bondol termasuk jenis burung yang hampir punah dan dilindungi.

Menuju Ke Pulau Bidadari
Untuk menuju ke Pulau Bidadari dapat berangkat dari Dermaga Marina Ancol dengan menggunakan speedboat yang telah disediakan oleh pengelola Wisata Pulau Bidadari. Perjalanan dari Dermaga Marina Ancol sampai ke Pulau Bidadari membutuhkan waktu sekitar 25 menit, jarak tempuhnya ± 14 km. Jadwal keberangkatan speedboat paling banyak pada hari Sabtu, sedangkan untuk hari-hari biasa jadwal keberangkatan speedboat hanya dua kali.
Baca Selengkapnya - Pulau Bidadari Tempat Berlibur

12 Most Extreme Body Piercings










One of the most asked-about members of the BME modification community is “Fishmaul” (”Fishmouth”) or “Zygzag”, who is said to wear massive plugs in stretched cheek piercings.




On March 04, 2006, Kam Ma spent 7 hours and 55 minutes being pierced by Charlie Wilson at Sunderland Body Art in the UK. When the world's longest body piercing session was over, Charlie Wilson had pierced Kam Ma a record breaking 1,015 times, all without the use of any anesthetic.











Most pierced woman in the world.




Brent Moffatt from Winnipeg, Canada, pierced himself with surgical needles to set a Guinness record for most body piercings, in Montreal, December 13, 2003. Moffatt inserted 900 needles into his legs to break his previous record of 702 piercings.










In a bizarre publicity stunt, Dr Wei Sheng pierced 2008 decorative needles in his head, face, hands and chest in the five colours of the Olympic rings. Dr Sheng's stunt was not the first time he had gained notoriety for sticking pins in his body. In 2004 he secured a Guinness World Record after piercing 1790 needles into his head.



This guy is Rafa Gnomo, he must be a crazy guy to have the weirdest and craziest modified lips.





Source :
http://www.oddee.com/
Baca Selengkapnya - 12 Most Extreme Body Piercings